Situs Media Informasi Kantor Imam Ali Khamenei

Pemimpin Revolusi Islam dalam Pertemuan dengan Warga Isfahan:

Barat Marah Karena Kemajuan Republik Islam Iran

Pemimpin Revolusi Islam dalam Pertemuan dengan Warga Isfahan:

Barat Marah dengan Kemajuan Republik Islam Iran;

Penyebaran Kejahatan Pasti akan Diberangus

Imam Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ratusan warga Isfahan pagi ini (Sabtu 19/11) menyebut Isfahan sebagai kota ilmu pengetahuan, iman, seni, dan kota jihad yang mengagumkan, dan sembari menunjukkan bahwa tantangan utama kita saat ini adalah tantangan kemajuan dalam melawan "stagnasi, resesi dan reaksi" beliau menambahkan, “Saat ini kekuatan arogansi tengah berupaya membangun basis melawan bangsa Iran dengan cara mengintensifkan sikap Iranphobia dan anti-Iran dengan menggunakan segala kemungkinan yang ada untuk menimbulkan keputusasaan dan kebuntuan di benak masyarakat terutama kaum muda, dan hari ini indikator paling penting dari bukti kebersahabatan dengan Iran adalah "mengantisipasi untuk tidak menciptakan keputusasaan dan menghilangkan harapan" dan "meningkatkan semangat kerja, usaha dan harapan.”

Sembari menekankan peningkatan upaya para pejabat untuk memecahkan masalah ekonomi, Pemimpin Revolusi mengatakan, “Sutradara utama kerusuhan baru-baru ini, yang ternyata gagal membawa rakyat ke atas panggung, masih terus mencoba melelahkan para pejabat dengan melanjutkan kejahatan mereka, akan tetapi huru-hara ini sudah pasti akan diberangus dan bangsa ini akan semakin membenci mereka dengan kekuatan yang lebih besar, dan akan terus bekerja, berjuang dan maju ke depan dengan semangat yang lebih segar.”

Dalam pidatonya, Pemimpin Revolusi Islam menganalisa tantangan utama arogansi dunia terhadap Republik Iran Islam dengan mengatakan, “Yang menjadi masalah utama arogansi dengan Republik Islam adalah jika negara ini berkembang dan terlihat di mata dunia, maka logika demokrasi liberal dunia Barat akan terbantahkan.”

Imam Ali Khamenei saat menyinggung tentang dominasi dunia Barat terhadap berbagai negara dengan logika demokrasi liberalnya, mengatakan, “Selama tiga abad terakhir, mereka menjarah sumber daya berbagai negara dengan dalih karena kurangnya kebebasan atau kurangnya demokrasi, dan Eropa sebagai negara yang miskin telah menjadi kaya dengan mengorbankan banyak negara kaya.”

Beliau juga menyinggung bagaimana Barat bertindak menentang kebebasan dan demokrasi di berbagai negara dengan mengatasnamakan kebebasan dan demokrasi, kemudian menambahkan, “Negara Afghanistan adalah contoh yang dekat dan nyata di mana Amerika melakukan serangan militer ke negara tersebut dengan dalih karena pemerintahannya tidak demokratis, akan tetapi anehnya setelah 20 tahun melakukan tindak kejahatan dan penjarahan di sana, mereka keluar dari negara tersebut dan mengembalikan pemerintahan kepada pemerintah yang sama.”

Pemimpin Tertinggi Revolusi mengatakan, “Sekarang di Iran ada sebuah negara yang berdasarkan pada agama dan demokrasi yang nyata, yang mampu memberikan identitas kepada rakyatnya sendiri, membuat mereka tetap hidup dan menafikan logika demokrasi liberal Barat.”

Imam Ali Khamenei menambahkan, “Sebagian orang dalam, berdasarkan propaganda Barat mengatakan bahwa di dalam sistem Islam tidak ada kebebasan dan demokrasi, padahal ungkapan kata-kata ini sendiri sebenarnya sudah merupakan tanda kebebasan, demikian juga silih bergantinya kekuasaan pemerintahan yang tidak serupa antara satu dengan yang lain dalam pemikiran politik pun merupakan tanda adanya hak rakyat untuk memilih dan tanda bahwa sistem Islam adalah sistem yang demokratis.”

Pemimpin Revolusi Islam juga mengisyarahkan bahwa bisa jadi tekanan yang dilakukan oleh Amerika dan arogansinya terhadap bangsa ini akan menjadi berkurang ketika Republik Islam mau mengesampingkan diri dari menentang mereka dan pasrah dibawah intimidasi dan pemaksaan mereka, akan tetapi yang menjadi konsekuensinya adalah mereka akan mendominasi bangsa ini, beliau mengatakan, “Pada tahun-tahun ini, setiap kali suara Republik Islam terdengar semakin keras, maka upaya musuh untuk menyerang sistem Islam pun menjadi semakin kuat dan semakin meningkat.”

Imam Ali Khamenei menekankan, “Tantangan mendasar negara kita saat ini adalah tantangan "kemajuan melawan stagnasi, resesi dan reaksi", karena saat ini kita sedang maju, sementara kekuatan arogan khawatir dan kesal dengan kemajuan yang diraih oleh Republik Islam Iran.”

Beliau menambahkan, “Karena ketidaknyamanan dan kemarahan inilah sehingga Amerika dan Eropa memasuki medan dengan segala kemungkinan yang ada, akan tetapi harus diketahui bahwa mereka tidak akan mampu melakukan kesalahan apa pun, sebagaimana halnya sebelum inipun mereka juga tidak mampu melakukannya, demikian juga tidak akan di masa mendatang.”

Pemimpin Revolusi Islam mengisyarahkan bahwa pada kampanye dasar Iran dan arogansi, Amerika berada di garis depan dan Eropa berdiri di belakang Amerika, kemudian beliau berkata, “Selama bertahun-tahun setelah kemenangan Revolusi Islam, seluruh presiden Amerika, termasuk Carter, Clinton dan Obama yang demokrat, demikian juga Reagan, Bush dengan gaya otak Republik, hingga presiden saat ini yang mengklaim ingin menyelamatkan rakyat Iran, sebenarnya mereka semua menentang Republik Islam Iran dan meminta bantuan dari semua pihak yang manapun bahkan kepada yang tidak mampu termasuk rezim Zionis dan beberapa negara di kawasan dan memperlakukannya sebagai anjing gila.”

Imam Ali Khamenei menambahkan, “Terlepas dari semua upaya ini, musuh bangsa ini juga telah gagal secara keseluruhan, tentu saja mereka menciptakan masalah seperti embargo, membunuh ilmuwan nuklir, menggunakan berbagai trik politik dan keamanan, dan menyuap sebagian orang dalam untuk berbicara menentang Islam, akan tetapi mereka sama sekali tidak akan mampu menghentikan pergerakan bangsa Iran.”

Beliau menegaskan, “Dalam situasi saat ini di mana kita menghadapi tantangan seperti ini, maka menjadi tugas individu dan pejabat serta intelektual, elit, pemuda, akademisi dan seminari untuk berjuang demi kemajuan negara pada seluruh sektor ilmu pengetahuan, seni, ekonomi, dan bidang politik, moral dan spiritual.”

Pemimpin Revolusi menyebut kemajuan sebagai dasar kekuatan dan otoritas sistem dan menambahkan, “Tujuan yang ingin dicapai oleh musuh adalah mengguncang pilar otoritas sistem, oleh karena itu kita semua harus serius berupaya untuk menggapai kemajuan.”

Kemudian Imam Ali Khamenei melanjutkan pidatonya dengan mengajukan sebuah pertanyaan, "Lalu bagaimana supaya kita bisa maju?" Beliau berkata, “Kemajuan membutuhkan banyak alat, tetapi alat yang paling penting untuk kemajuan adalah harapan, oleh karena itulah sehingga yang dilakukan oleh musuh adalah mentarget dengan berbagai upayanya supaya mereka bisa menciptakan keputusasaan dan jalan buntu.”

Sembari mengisyarahkan bahwa fasilitas media musuh yang demikian meluas seperti jaringan satelit, ruang virtual, dan TV merupakan pasukan-pasukan bayaran untuk menghancurkan harapan, beliau menambahkan, “Terlepas dari semua upaya ini, untungnya, harapan dan gerakan kemajuan di negara ini masih hidup.”

Pemimpin Revolusi Islam berkata, “Musuh tidak hanya berusaha membuat rakyat dan para pemuda kehilangan harapan, tetapi juga mencoba mempengaruhi para pejabat, dan sangat disayangkan, mereka juga memiliki penolong internal dimana mereka ini juga mencoba menanamkan keputusasaan dan ketiadaan harapan dengan cara memanfaatkan surat kabar dan dunia maya.”

Imam Ali Khamenei menambahkan, “Kita memang memiliki masalah ekonomi yang insyaAllah akan bisa diselesaikan, akan tetapi jangan lupa bahwa kita membuat kemajuan di sektor-sektor lain, tentu saja semua musuh berfokus untuk memastikan bahwa generasi muda tidak mengetahui perkembangan dan kemajuan ini, oleh karena itulah musuh dan antek-antek internalnya sengaja menyembunyikan atau mencoba meremehkan dan merendahkan perkembangan dan kemajuan ini.”

Beliau mengisyarahkan beberapa contoh kemajuan dan pergerakan ke depan yang berhasil dilakukan dalam beberapa minggu terakhir dengan mengatakan, “Ilmuwan Iran telah mencapai metode baru untuk mengobati leukemia, melokalisasi salah satu peralatan ekstraksi minyak dan gas, melakukan pembukaan jalur kereta api di bagian Sistan Baluchistan yang merupakan bagian penting dari perkeretaapian dari Utara ke Selatan, membuka beberapa pabrik baru, mendirikan kilang lepas pantai pertama, mengoperasikan 6 pembangkit listrik, meluncurkan salah satu teleskop terbesar di dunia, meluncurkan roket pembawa satelit dan meresmikan proyek roket terbaru, semua ini merupakan contoh gerakan maju bangsa ini, dan semuanya itu terjadi pada saat musuh berusaha mencegah gerakan ini dengan berbagai gangguan.”

Pemimpin Revolusi menekankan bahwa pemuda Iran saat ini termotivasi dan hidup di hari-hari yang penuh dengan kejahatan para musuh, kemudian menambahkan, “Salah satu indikator dasar persahabatan dengan Iran adalah menciptakan harapan, oleh karena itu mereka yang menimbulkan keputusasaan dan jalan buntu identik dengan anti-Iran dan tidak bisa mengklaim dirinya sebagai bersahabat dengan Iran.”

Imam Ali Khamenei menegaskan, “Jangan sampai mereka yang menjadi musuh Iran menimbulkan keputusasaan dalam bentuk membela kepentingan nasional. Para penulis, penyair, ilmuwan, ulama dan semua orang yang berpengaruh harus menciptakan harapan dan menjadi indikator dan pemberi tanda-tanda harapan dan kemajuan dalam masyarakat.”

Pada bagian lain pidatonya, Pemimpin Revolusi mengatakan bahwa tujuan utama sutradara kerusuhan baru-baru ini adalah membawa bangsa ini ke medan, dan berkata, “Sekarang ketika mereka tidak mampu lagi menggiring rakyat ke lapangan, mereka melakukan kejahatan-kejahatan yang sekiranya mampu membuat kelelahan para pejabat, tentu saja mereka salah karena yang akan lelah dengan kejahatan ini adalah rakyat dimana ini justru akan menciptakan kebencian yang semakin mendalam kepada mereka.”

Dalam kaitannya dengan hal ini beliau menambahkan, “Insiden, kejahatan, dan perusakan-perusakan ini memang telah menimbulkan berbagai masalah bagi masyarakat dan mata pencaharian mereka, akan tetapi orang-orang yang berada di belakang dan di balik layar kejahatan ini terlalu rendah untuk bisa merusak sistem.”

Pemimpin Revolusi Islam menekankan, "Skala kejahatan sudah pasti akan diberangus dan bangsa Iran akan terus bergerak ke depan di sektor kemajuan negara dengan kekuatan yang lebih besar dan semangat yang lebih segar."

Imam Ali Khamenei menganggap kemampuan memanfaatkan ancaman menjadi peluang, sebagai bagian dari sifat bangsa yang beriman, dan dengan mengisyarahkan pada contoh sejarah seperti perang Ahzab dan juga pertahanan suci, beliau mengatakan, “Pada peristiwa perang Ahzab, ketika seluruh suku kaum musyrik memasuki medan, hati orang-orang beriman tidak hanya tidak merasa ketakutan, bahkan mereka menjadi ingat dengan janji Ilahi yang justru semakin menambah keimanan mereka, dan mengubah ancaman musuh ini menjadi peluang untuk meraih janji Ilahi, sama seperti bangsa ini, kita juga tengah mengubah ancaman menjadi peluang di pertahanan suci dan dalam menghadapi perang gabungan dari berbagai pihak dan dukungan menyeluruh dunia untuk agresor, dan bangsa ini tengah menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa ia tidak akan gagal.”

Pemimpin Revolusi Islam menambahkan, “Sejarah rakyat Iran dalam menciptakan peluang pada masa pertahanan suci telah membuat mereka menyadari bahwa bangsa Iran tidak terkalahkan bahkan di hari ini, setiap kali musuh berpikir untuk menggunakan kekuatan militer, maka seperti yang telah berulang kali kami katakan kepada Amerika dan pendukungnya, "Kedatangan kallian adalah risiko kalian sendiri, akan tetapi tidak demikian dengan kepergian kalian” dan jika terjadi pelanggaran, maka kalian akan terjebak dan binasa.”

Beliau mengutip kisah 25 Aban 1361 (16 November 1982) dan pengiriman para pemuda Isfahan yang lebih bersemangat dan termotivasi ke garis depan sebagai contoh lain dari memanfaatkan ancaman sebagai peluang dan berkata, “Pada kerusuhan baru-baru ini pun bangsa Iran telah menciptakan peluang ditengah-tengah ancaman, dengan menampakkan kebenaran dan orientasinya dalam pawai besar 13 Aban (4 Nov), yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan slogan-slogan menentang Amerika.”

Imam Ali Khamenei menganggap penguburan para syuhada kerusuhan baru-baru ini sebagai contoh lain dari pemanfaatan peluang bangsa, baik pada penguburan syuhada dari kalangan rakyat, pasukan keamanan, syuhada Basij dan polisi, kemudian beliau berkata, “Seorang pemuda yang awalnya tak dikenal seperti Ruhollah Ajamiyan begitu terdengar berita kesyahidannya, kerumunan besar datang dan menuntut kedatangan musuh ke medan dengan mengatakan bahwa kalian telah membunuh pemuda kami, dan ketahuilah bahwa kami semua berada di belakang pemuda ini.”

Beliau menyebutkan peluang lain yang tercipta dari kerusuhan ini adalah munculnya sutradara panggung yang mengaku berpihak pada bangsa Iran, kemudian beliau menambahkan, “Permusuhan dengan semua keinginan dan kesucian bangsa Iran sama artinya dengan memusuhi Islam, membakar Alquran, membakar masjid, dan permusuhan dengan Iran dan membakar bendera serta tidak menghormati lagu kebangsaan telah menampakkan dan menjelaskan siapa sutradara yang sebenarnya.”

Pemimpin Revolusi Islam menambahkan, “Mereka mengklaim berpihak pada Iran, sementara bangsa Iran adalah “bangsa Muslim”, “Bangsa yang menjadi Alquran sebagai pedoman hidup dan pecinta Imam Husain”, apakah mereka yang melakukan penghinaan terhadap Imam Husain, Arbain dan pawai besar para pengikutnya bisa dikatakan berpihak pada Iran?”

Dalam menjelaskan tentang bagaimana menangani unsur-unsur yang terkait dengan kerusuhan, beliau menekankan perlunya memisahkan sutradara panggung, penipu, penjahat dan orang-orang yang mengambil uang dengan berkata, “Orang-orang ini tidak sama. Orang yang menemani musuh tanpa peduli dengan kehendak musuh yang sebenarnya, berarti ia hanya tertipu, tetapi tidak melakukan kejahatan, baik ia seorang pelajar atau bukan pelajar, orang seperti ini harus diperingatkan, disadarkan, dan dibimbing, dan kita dorong untuk berpikir dengan pertanyaan apakah langkahnya ini akan mengarahkan pada kemajuan negara ataukah tidak, kemudian mengingatkannya agar tidak bergabung lagi dengan musuh, dalam kata-kata Imam Khomeini yang terhormat, apapun yang mereka teriakkan haruslah merupakan teriakan yang ditujukan untuk melawan Amerika.”

Imam Ali Khamenei menyebut bahwa hukuman bagi para pelaku kejahatan baru-baru ini berbeda dan menekankan, “Para pelaku kejahatan, pembunuhan, perusakan atau ancaman pembakaran toko dan mobil-mobil para pelaku usaha, dan mereka yang memaksa pedagang dan masyarakat melakukan hal-hal ini dengan propaganda, masing-masing harus dihukum sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan.”

Dalam kaitannya dengan hal ini, beliau menambahkan, “Tentu saja, hukuman harus dilakukan oleh peradilan yang kuat dan adil serta penuh motivasi, dan tidak ada yang berhak menghukum secara sewenang-wenang dan sesuka hati.”

Sembari mengisyarahkan pada interpretasi Amir al-Mukminin as tentang Nabi Suci sebagai seorang tabib yang merasakan rasa sakit dan juga berempati, menekankan tentang penggunaan hukuman dan nasihat yang tepat dan menambahkan, “Sampai saat ini, alhamdulillah, musuh telah dikalahkan, akan tetapi setiap hari musuh memiliki trik dan makar, dimana dengan kegagalan hari ini, mungkin saja mereka akan pergi ke berbagai kalangan yang berbeda seperti kalangan pekerja dan perempuan, meskipun martabat para perempuan dan pekerja kita memiliki kehormatan yang jauh lebih tinggi daripada menyerah kepada simpatisan dan tertipu oleh mereka.”

Pemimpin Tertinggi Revolusi juga mengisyarahkan pada penggunaan "formasi tentara palsu" dan "formasi pengumpulan kebohongan" di media-media anti-Iran yang bertujuan mempengaruhi orang-orang yang tidak sadar dan tidak tahu, beliau kemudian mengatakan, “Fakta yang nyata adalah kehadiran massa secara besar-besaran di berbagai sektor pertahanan revolusi, dan tamparan yang mereka lakukan kepada para simpatisan musuh.”

Di bagian lain pidatonya, Imam Ali Khamenei menyebut masalah ekonomi sebagai sebuah kenyataan dan menambahkan, “Penamaan tahun-tahun dengan slogan ekonomi dan menekankan kepada pihak-pihak yang berkaitan untuk menyelesaikan masalah ini, dilakukan karena mengingat pentingnya masalah ekonomi, akan tetapi tahun sembilan puluhan bukanlah dekade yang baik dari sudut pandang ekonomi, dan seandainya mereka mengikuti rekomendasi yang ada dan mengambil tindakan yang diperlukan, maka situasi negara dan rakyat akan berbeda, meskipun tentu saja embargo-embargo yang ada memang memberikan pengaruh dalam masalah-masalah ini.”

Pemimpin Tertinggi Revolusi juga mengisyarahkan pada upaya serius dan dalam beberapa kasus upaya yang efektif dari para pejabat untuk memecahkan masalah ekonomi, kemudian mengatakan, “Upaya yang lebih mendalam, kerjasama, empati dan sinergi yang terjadi antara rakyat dan pejabat akan menjadi dasar untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dan Insya Allah hal ini juga akan menjadi tamparan yang sangat kuat di mulut para musuh.”

Di awal pidatonya, Pemimpin Revolusi menganggap rakyat Isfahan benar-benar layak untuk dipuji dan menambahkan, “Isfahan adalah kota dengan identitas sempurna Iran dan Islam dan kota ilmu pengetahuan, iman, seni, dan jihad yang hidup.”

Beliau menyebut provinsi Isfahan sebagai kota pencetak cendekiawan dan memuji banyaknya cendekiawan di wilayah ini dan mengatakan, “Isfahan adalah kota iman, kota pecinta Ahlul Bayt, dan kota warisan seni rupa Iran yang sangat berharga dan unik.”

Imam Ali Khamenei dalam menggambarkan manifestasi dari identitas revolusioner yang mendalam masyarakat Isfahan, mengatakan, “Isfahan adalah kota pertama di mana di dalamnya berdiri kekuasaan militer rezim tiran.”

Mengacu pada karya epik pasukan Imam Hussain (as) dan pasukan Najaf sebagai dua pasukan tempur provinsi Isfahan, beliau menambahkan, “Persembahan sekitar 24 ribu syuhada, puluhan ribu veteran, ribuan orang yang dibebaskan dari tawanan musuh, dan keberadaan keluarga yang bangga dan berdedikasi yang mempersembahkan 2 sampai 7 syuhada Islam, revolusi dan Iran, merupakan bukti dan dokumen kehormatan dan identitas revolusioner dan jihadis provinsi ini, dimana menjaga persembahan-persembahan yang luar biasa ini menjadi tugas setiap insan yang berhati nurani.”

Sembari mengisyarahkan pada pemakaman sekitar 360 syuhada pada tanggal 25 Aban 1361 di Isfahan, Pemimpin Revolusi mengatakan, “Semua pemuda dengan tubuh bersimbah darah ini dapat melumpuhkan sebuah kota dari rasa sakit dan kesedihan, dan masyarakat Isfahan, dengan semangat dan motivasi iman yang berlipat ganda, pada hari itu telah mengirim lebih banyak lagi anak-anak muda ke garis depan, dan mengirim konvoi bantuan besar ke zona perang.”

Imam Ali Khamenei menyebut bahwa perlawanan terhadap hasutan sebagai salah satu karakteristik yang luar biasa dari masyarakat Isfahan dan berkata, “Dalam empat dekade ini, kapan pun diperlukan, masyarakat Isfahan akan mempersembahkan dada mereka sebagai perisai dan memasuki medan untuk membela Islam dan revolusi.”

Dengan merujuk pada keluhan-keluhan masyarakat Isfahan, meski berkarakter revolusioner dan religius, beliau mengatakan, “Masalah air Isfahan sangatlah penting dan pejabat pemerintah yang mempunyai rencana bagus untuk menyelesaikan masalah ini harus bekerja lebih serius lagi sepanjang siang dan malam.”

Pemimpin Revolusi menyebut pengorbanan dan jihad rakyat di kota-kota lain bersama dengan upaya rakyat Isfahan telah menjadi sebab dan alasan kemenangan sempurna dan cemerlang Iran dalam pertahanan suci dan menambahkan, “Para pemuda tidak mengetahui fakta dari cobaan dan ujian unik tersebut, tentang bagaimana bangsa Iran bisa berdiri dan meraih kemenangan tanpa dukungan apa pun di depan seluruh kekuatan dunia dan bantuan komprehensif dari NATO, Warsawa, Amerika, bekas Uni Soviet dan Eropa ke Saddam.”

Di awal pertemuan ini, perwakilan Pemimpin Tertinggi dan Imam Jumat Isfahan menyebut masyarakat Isfahan sebagai pelopor pengorbanan untuk revolusi dan layanan sosial dan mengatakan, “Republik Islam juga memberikan layanan yang luas di sektor infrastruktur seperti pembangunan jalan dan menghubungkan kota-kota dan desa-desa di provinsi ini dengan jaringan air, listrik dan gas. Tentu saja masalah air di Isfahan terutama di sektor pertanian belum terselesaikan, dimana kami berharap masalah ini dapat segera diselesaikan dengan upaya pemerintah baru.” [EZ]


 

700 /